Sinopsis Novel “Aturan Ada untuk Tenang”

Novel “Aturan Ada untuk Tenang”

Buku ini berkisah tentang seorang wanita Indo-Belanda bernama Pamela de Bureau yang tinggal di Jombang, Jawa Timur, pada dasawarsa terakhir pemerintahan Hindia Belanda. Pamela adalah wanita yang cantik, praktis, tetapi amat membenci perubahan. Wanita itu tak sanggup menerima, saat teman masa kecilnya bernama Sigit melamarnya di Bali. Yang ia inginkan adalah rutinitas di rumahnya yang familiar.

Selain memiliki hobi mendesain baju dan bersepeda, Pamela juga jago MTK. Ia mendapat peringkat pertama saat registrasi guru H.B.S. tetapi ia ditolak karena masalah rasial. Sementara itu, seorang pengungsi Yahudi-Belanda dari Eropa bernama Robert Jakobszoon juga mendaftar menjadi guru. Jakobszoon mengetahui ketidakadilan yang dialami Pamela dan menawarkan wanita itu untuk menjadi juru tulisnya. Sebelum menjadi partner kerja dengan Jakobszoon di H.B.S., Pamela mendapat kabar buruk kalau adiknya terjerat kasus pembunuhan. Dengan bantuan Fellerhoff Broers en Zus (tim yang terdiri dari Jakobszoon, Amadeus, dan Maartje Fellerhoff), ia berhasil mengungkapkan pelaku pembunuhan yang gagal menghalangi mimpi adiknya menjadi staf penerbangan.

Pamela adalah wanita perfeksionis yang hanya ingin menyelesaikan tugasnya, kontras dengan Jakobszoon yang santai dan mudah terhubung dengan orang. Pada pesta perpisahan sebelum para guru kembali ke Belanda, tak mungkin bagi Pamela tak jatuh cinta pada Jakobszoon yang jago berbicara di depan publik, dan yang mengingatkannya sekilas kepada sang Papa. Hal lain yang membedakan ia dengan Jakobszoon adalah Pamela teramat sering bernostalgia. Kenangan mengerikan bersama Sigit tersetel ulang, dan membuatnya hampir tertabrak truk di perjalanan pulang dari Balai Pemuda. Jakobszoon membawanya naik kereta malam dan menawarkan apa kebutuhannya. Pamela ingin bertemu sahabatnya yang merupakan istri hakim Solo. Bersama hakim Solo, Jakobszoon mengesahkan pernikahan dengannya dan bersenang-senang hingga pecahnya perang Asia-Pasifik.

Dai Nippon datang; menggulung semua kekuatan Belanda di Hindia, dan memasukkan warga sipil ke dalam kamp. Dalam kamp, Pamela tak bisa bahagia karena Jakobszoon terus merencanakan aksi-aksi bersama teman-temannya yang menuai amarah tentara Nippon. Sehingga sering terjadi salah paham di antara keduanya. Suatu malam Jakobszoon berjanji untuk lebih baik lagi, dan esoknya petugas AFNEI meloloskan mereka dari kamp. Namun, takdir tak mampu menyelamatkan Jakobszoon. Jakobszoon mati. Namun Pamela harus hidup dan membuktikan dia mandiri dan mampu melanjutkan hari-harinya. Bersama Amadeus yang telah lolos dari kamp, mereka berimigrasi dan memulai hidup baru di Australia. Cerita berakhir ketika Pamela menjadi barister dan penyuara isu wanita dan penyintas perang, serta ibu untuk anak laki-laki kembarnya dari Jakobszoon.

Judul buku: Aturan Ada Untuk Tenang
Penulis: Hilwa Taqiyya
Jumlah halaman: 384 hlm
Genre: Fiksi-Sejarah, Dewasa, Psikologi

Views: 82